Skip to main content

Kurashiki: Dari Legenda Manusia Serigala hingga Candy-candy



Masih bercerita tentang perjalanan saya ke Jepang. Kali ini saya mau bercerita tentang satu kota kecil di Jepang yang bernama Kurashiki. Untuk membayangkan seperti apa jauhnya, udah pasti pada tahu kan kalau Shinkansen dikenal sebagai bullet train saking cepatnya, sehingga waktu tempuh juga lebih sedikit. Nahhh dengan Shinkansen saja untuk sampai ke kota ini menghabiskan waktu selama 4 jam dari Tokyo. Tapi walau jauh it’s all worth it, saya jatuh cinta banget sih sama kota ini.

Setelah nyasar-nyasar naik kereta dan naik taksi yang mahal beutt harganya, jam 6 sore akhirnya saya dan kakak saya sampai juga di hostel kami yaitu Cuore Kurashiki yang terletak di Bikan historical area, eitss walau judulnya hostel tapi isinya komplit, dan dibawahnya juga ada café yang oke banget. Kurashiki sendiri terletak di Prefektur Okayama, yang dibagi menjadi dua bagian yaitu kota modern seperti kota-kota pada umumnya dan Bikan distrik dimana bentuknya dipertahankan seperti 200-300 tahun yang lalu

Kamar mandi hostel dengan perawatan muka terlengkap yang pernah saya temui

Sebenernya andalannya Seafood tapi apa daya alergi, jadi ngopi aja.

.
Kekurangan hostel ini cuma satu yaitu ga ada lift, sedangkan kamar kami di lantai 3 dan bawaan koper kami lumayan besar. Untung pegawai yang baik hati cukup sadar akan nafas saya yang senin-kamis begitu geret koper ke lantai 2 dan langsung ngangkatin koper-koper kami ke kamar.
Setelah nongkrong di cafenya yang juga ga kalah asyiknya sama hostelnya kita mutusin buat jalan-jalan dulu, saking udah ngga sabarnya itung-itung uji nyali di negara orang. Berhubung ini kota kecil jadi penerangan juga seadanya, dan keadaan jalan juga sepi banget tapi kita jadi makin excited karena pas malam aja kita ngerasa kota itu cantik

Esok harinya jam 7 pagi kita udah keluar hostel, maksud hati mau sarapan dulu eh tapi sedihnya café yang dibawah hostel serta tempat makan lainnya, dan toko-toko baru bukan jam 10. Ok, ga masalah kita keliling dulu aja sekalian foto-foto.



Kenapa saya nyebut Legenda Manusia Serigala di judul? Ada apakah gerangan?. Ternyata sama sekali tidak ada hubungannya dengan kisah supranatural, legenda atau kearifan lokal lainnya, lalu apa dong? Jujur aja suasana kota kecil ini mengingatkan saya pada salah satu komik kisah misteri yang ditulis oleh Chie Watari, dengan tokoh utama Wanihiko Fudoh. Masih asri, etnik dan tradisional. Ternyata di Kurashiki ini jarang terkena gempa oleh karena itu bangunan-bangunan disini juga tidak banyak mengalami renovasi.  Kota ini juga menurut saya yang seperti terlihat pada film-film samurai atau shogun. Berikut beberapa hal yang menurut saya, sekali lagi menurut saya yang mohon diiyakan suasana Kurashiki yang mirip komik Legenda manusia serigala



Untuk mengelilingi pusat atraksi kotanya cukup jalan kaki aja.  Iseng-iseng jalan kita menemukan taman besar bernama Ivy Garden.  

Izinkan kami mejeng setitik


Sudah puas ke taman kami kembali berjalan, mengagumi setiap sudutnya. Karena kami anaknya laparan akhirnya mencoba sekali lagi nyari jajanan yang buka eh ada sih satu-satunya tempat yang buka, tapi ternyata makanannya Cuma ada roti panggang dan biskuit aja hehehe. Walau kurang kenyang tapi tempat ini patut dicoba karena istimewanya menyediakan berbagai olesan selai yang ngga biasa, saya mencoba apple butter dan lupa satu lagi apa dan sedangkan kakak saya mencoba apple butter dan peach mascarpone, wanginya enak banget dan rasanya juga enak, sayang sekali olesan ini tidak dijual padahal kami pengen banget.

Jangan ditanya ini kenyang apa enggak


Lanjuttt tujuan berikutnya adalah Yumiko Igarashi Museum, yess beliau adalah penulis Candy-candy, sambil menuju kesana kita menyenandungkan lagu ostnya
Biar saja biar wajahku begini
Tak peduli oh tak oh tak oh tak perlu kutangisi
Akulah anak nakal, anak nakal….
(jika anda bisa meneruskan lagu ini dengan nada yang sesuai, maka ketahuilah anda sudah tua)

Museum ini kecil banget sejujurnya, lebih seperti rumah yang dijadikan museum,  tapi paling eye catching karena di dalam gang yang semuanya berwarna netral tiba-tiba bangunan ini satu-satunya berwarna merah putih. Begitu masuk kita disambut dengan nuansa yang girly dan terlalu “princess” buat saya. Untuk naik ke lantai atas dan melihat koleksi Candy-candy kita dikenakan biaya 600 yen. Di lantai 1 museum ini terdapat café kecil, souvenir dan segala pernak pernik candy-candy terus ada juga studio foto ala-ala dan foto booth lengkap dengan berbagai macam pilihan gaun serta mahkota dan berbagai aksesoris lainnya.

Tampak luar Museum

Lantai 1

 Menuju ke lantai 2 kita akan bertemu dengan Anthony dan Candy-candy yang satu gambar tapi tidak berdampingan, eh gimana sih maksudnya? Jadi kalau dari bawah keatas yang terlihat adalah muka Candy tapi kalau turun yang terlihat adalah muka Anthony. Di lantai 2 terdapat berbagai pernak-pernik yang bergambar tokoh-tokoh komik karangan Yumiko Igarashi, tapi yang menjadi  favorit saya, disini terdapat ruang baca yang manis banget dengan sederatan komik karya Yumiko Igarashi termasuk Candy-candy tentunya.

Gambar di dinding tanga dari lantai 1 ke 2 dan sebaliknya



Ruang favorit



 Berhubung saya enggak bisa bahasa Jepang jadi cuma lihat-lihat aja engga bisa ikutan duduk dan baca. Di lantai 3 juga kurang lebih sama tetapi disini tidak ada ruang baca, tetapi disini ada dinding yang didekasikan untuk komikus lainnya termasuk Suzue Miuchi pengarang serial "Topeng Kaca".

Can you spot Maya Kitajima?


Yumiko Igarashi


Puas ke Yumiko Igarashi museum, kami lanjut jalan-jalan lagi. Semakin siang Kurashiki semakin ramai, tapi disini kebanyakan yang datang adalah turis lokal alias orang-orang Jepang sendiri, jarang sekali turis asing yang kami temui. Salah satu main attractionnya sebenernya adalah mengarungi kanal  dengan perahu. Dahulu Kurashiki menjadi pusat pendistribusian beras, daerah sekitar mengirim hasil panen beras ke Kurashiki barulah kemudian dikirim ke Osaka dan Edo. Lalu kanal dibangun untuk memudahkan transportasi dari Gudang-gudang penyimpanan ke pelabuhan terdekat. Hingga kini kanal-kanal itu masih ada dan terawat dengan baik dengan pohon weeping willow yang membingkai di sepanjang jalurnya. Sebenarnya di sekitar kanal ini juga banyak museum-musem lainnya, karena waktu yang sempit kami tidak bisa mengunjunginya satu persatu.





Salah satu gang yang juga mencolok diantara lainnya adalah Denim street, karena di sepanjang jalan ini semuanya bernuansa biru jeans dan. Enggak lupa kami mencicipi denim ice creamnya yang hanya bisa didapat disini, menurut si penjual bahan yang digunakan hanyalah bahan berkualitas terbaik dan terenak (Namanya juga jualan yekan) komposisi rasanya terdiri dari blueberry, vanilla dan ramune. Rasa ice creamnya segar, tidak terlalu manis, dan ada sedikit rasa asamnya, karena tidak menggunakan bahan pengawet jadi ice creamnya harus buru-buru dimakan karena mudah lumer.





Sebenernya kami kena jebakan juga disini, tapi jebakan yang membahagiakan sih untungnya. Jadi ada satu cafe yang dari luar terlihat di halamannya terdapat hutan bamboo, jadi kami niatkan buat mampir kesini. Berhubung ngeliatnya pas malam hari dengan sorotan lampu terlihatnya wahhh banget. Pas besoknya kesini , tepat sebelum meninggalkan Kurashiki mampirlah kami, Tahunya hutan bambunya cuma secuplik aja hahaha, kejebak deh yah. Tapi untungnya suasananya enak banget buat duduk manis.

Hutan bambu cukup sekian dan terima kasih

Ini sepiring berdua kok


 Sayang sekali kami harus segera pergi untuk menuju Osaka, agak nyesel juga sih hanya  semalam disini, tapi mudah-mudahan lain kali bisa kesini lagi di lain waktu. Aamiin




Comments

  1. Wuih keren ya. Bisa berkelana ke tempat anti mainstream di Jepang. Salut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, aku juga masih ngga nyangka bisa kesana

      Delete
  2. Asik ya kak sempat mengunjungi kurashiki kita kecil yang hal modern dan historical berdampingan dengan mengesankan. Adalagi museum Yumiko Igarashi dengan pernak pernik Candy candy...jadi kangen mo lihat koleksi candy candy saya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya walau museumnya kecil tapi udah bisa mengembalikan kenangan masa kecil

      Delete
  3. Foto Candy-Candy dan suasana yang comfy bikin saya ingin ke sini.

    https://www.ceritamaria.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan yah kita bisa ke Kurashiki. Aamiin

      Delete
  4. Kalau saya ke jepang ini akan menjadi salah satu destinasi yang harus saya kunjungi, terimakasih info nya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya wajib kesiniiii, saya juga sangat merekomendasikan tempat ini ke teman-teman saya

      Delete
  5. Kota ini termasuk komplit ya..ada sisi modern dan sisi bersejarahnya. Apalagi banyak museum nya juga. Makanannya menggugah selera banget. Ada denim street pula.
    Semoga bisa traveling kesini..someday.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya tapi sebenernya juga sisi modernnya ngga terlalu kelihatan karena memang kota kecil. Aamiin semiga kita bisa ke Kurashiki

      Delete
  6. Unik bgt ya.. adem ayem tentrem.. kek beda dunia gitu sma Tokyo. Kok bisa kepikiran kesana sih?

    ReplyDelete
  7. negara yg memang banyak banget ceritanya. btw masalah tangga..hehehehe... ini memang salah satu masalah saya juga kalau ke kota kecil di jepang...

    ReplyDelete
  8. Kafe, tempat makan dan toko-toko baru buka jam 10? Pasti kelaparan deh tuh hehehe...

    ReplyDelete
  9. Kali ini beda banget, ngebahas tentang Jepangnya. Kota yang jarang di review.
    Thanks mba
    Informatif sekali.

    ReplyDelete
  10. Masya Allah! Jepang itu keberhisannya juara banget ya... Saya malah jadi fokus ke kebersihannya loh. Hehe

    ReplyDelete
  11. Aihhh keren banget Ka, bisa ngunjungin tempat anti mainstream di Jepang.

    ReplyDelete
  12. Aaaaaa... .Kebayang histerisnya aku kalo bisa ke Candy Candy Museum. Terima kasih buat reminder untuk stok makanan kalo ingin survive di Kurashiki. Breakfast at 10 😅😊

    ReplyDelete
  13. What? museum Candy Candy..aku juga mau. Salfok sama hostel yang unyu..juga Kurashiki yang nyaman ditinggali. Penasaran juga sama denim es krim..hm kayak apa rasanya ya

    ReplyDelete
  14. Apple butter berarti kacang tanah campur apel? Gimana rasanya yaa

    ReplyDelete
  15. Ya ampun ini sih Jepang yg otentik banget. Bangunan-bangunannya love banget. Harus dicatet biar Kali ke Jepang harus berkunjung ke sini.

    ReplyDelete
  16. wah baru tau ada musium candy-candy
    lupa-lupa inget ttg cerita candy-candy. Rasanya baca itu pas SD kelas 1/2.
    Keren. Thanks ulasannya
    https://helloinez.com

    ReplyDelete
  17. pas di hostel kayanya enak belama lama di kamar mandi...nyicipin semua itu perawatan muka...heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. widih.. om Agus genit.. wkwkwk.. Serulah pengalaman kenegara asing. Kapan-kapanlah kukumpulin cuti..

      Delete
  18. Kak, aku punya looh komik legenda manusia serigala yang tokohnya cowok gondrong bisa ngusir setan itu kaaan? Euumh candy2, Maya Kitajima dan Ayumi Himekawa komik favoritku semua. Karena belum pernah ke Jepang, sepertinya Kurashiki ini perlu dijadikan destinasi impian

    ReplyDelete
  19. penasaran sama denim es krimnya ihhhh

    ReplyDelete
  20. Kerennnn kakk, tempatnya juga antimainstream. Btw fotonya bagus-bagusss kak, adem ngeliatnyaa 😍

    ReplyDelete
  21. Kok aku tertarik sama gambar di dinding yang pas turun sama naik bisa beda penampakannya. Hehe.. Keren banget. Kurashiki kota yang menarik juga ya..

    ReplyDelete
  22. Wah candy candy film kartun kesukaan saya mba biarin deh dibilang udah tua hi... Hi... Soalnya saya kesengsem sm. Antoni. Trus kamar hostel nya asik banget, menjelang tidur kita bisa perawatan muka atau kita bawa pulang ya. 😀😀

    ReplyDelete
  23. Duh mbaaaak
    Aku ngiri lihat foto-fotonya deh
    Terasa sekali damainya
    Duuuh kapan ya aku bisa ke sana

    ReplyDelete
  24. Foto fotonya cakep banget mbaaa. Aku pengen nih jalan jalan ke sini, mba. Apalagi ke museum Candy Candy :)

    ReplyDelete
  25. Ya Ampun keren banget kaaak bisa jalan2 ke tempat2 anti mainstream gitu terus pemandangan bagus banget khas jepang sekali.. habis dari jepang aku langsung bilang dalam hati harus ke jepang lagi tapi ke desa2 nya gitu.. kayaknya seru sekali.. hahah

    ReplyDelete
  26. Kaaak, menyenangkan sekali ya bisa mengunjungi kota otentik di Jepang, berbeda dengan kebanyakan orang. Sukaaa! Hehe. Btw, baru tahu kalau Candy Candy dan Topeng Kaca ada museumnya karena memang bukan penggemar shoujo manga. Ditunggu cerita otentik lainnya ya, Kak.

    ReplyDelete
  27. Duh, saya fans berat Maya Kitajima. Jadi pengin ke museumnya. Pengin ke hutan bambu itu juga. Kota yang syahdu ya,Mbak :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

DEMI CURUG PARIGI

Berawal dari suami yang menunjukkan foto-foto bersama grup gowesnya. “Wah bagus yah, ini di Bekasi?” “Iya Bekasi. Di perbatasan Bantargebang sama Jonggol” “Ih jadi pengen deh” “Neng mau kesana?” “Iya mau” “Ya udah tapi berangkatnya jam setengah 6 pagi yah, biar ga terlalu panas” “Lah emang ga bisa apa naik mobil aja?” (keliatan banget kan istrinya ogah capek) “Ga bisa jalannya sempit kesananya” (sambil nunjukkin foto lainnya) “Neng kan  ga pernah gowesan jauh, orang ngegowes aja paling banter Cuma ke Summarecon” (itupun baru 3 kali dalam 2 bulan) “Yah kalau capek istirahat, pelan-pelan aja”
Setelah mengajukan beberapa argumen lainnya supaya kesana ga pake sepeda, akhirnya akang suami berhasil membujuk saya supaya supaya mau sepedaan. Berbagai persiapan pun disiapkan suami, mulai dari air putih yang udah dimasukkin kulkas malam sebelumnya, sampai kamera pocket buat keeksisan istrinya. Intinya mah yah semua digampangin supaya saya si istri ga capek dan ga banyak keluhan.
Lalu di hari S…

Solo To Cirebon

Seperti yang lainnya saya pun punya Bucket List tadinya sih judulnya “30 list” karena targetnya di usia 30 list itu sudah terpenuhi, tapi di umur 31 ini seperempatnya aja belom kesampean. Kenapa bucket list ini perlu?? Mengambil dari buku mas Agung Prasetyo berjudul menjaga Api, beliau berkata “tetaplah bermimpi, dan jika mimpi ini sudah terwujud carilah mimpi-mimpi yang lain untuk diwujudkan, untuk menjaga api dalam diri kita tetap berkobar. Api yang  memotivasi kita untuk terus bergerak” kira-kira seperti itu, nah pas baca bagian itu jlebbb banget rasanya, karena sepertinya “api” saya sudah mulai meredup. Jadilah saya membuat si 30 list tadi.
Dua hal diantara list tersebut adalah naik kereta keluar kota dan solo traveling. Iyaaaa cemen bgt kan keinginannya, biarin emang saya belom pernah. Bukan berarti saya ga pernah naik kereta sama sekali, karena saya adalah penggemar commuter line tapi yah itu tadi belum pernah naik kereta jarak jauh keluar kota, pengennnn banget rasanya. Kemudi…

Mewujudkan Rumah Impian di Lahan Sempit??? Bisa Banget dong.

Berapa sih ukuran kategori lahan sempit?. Dulu sih impiannya kalau punya rumah sendiri awalnya pengen 500 meteran biar bisa muat semua, ternyata itu terlalu muluk karena itu kategorinya udah termasuk luas, ok kemudian berkurang jadi 300 m persegi, eh masih kegedean juga. Sampai kakak saya ngasih tau soal small house project, tapi pas dilihat-lihat itu luasnya antara 80m-200 m persegi. Tapi konsepnya dapatlah yah intinya memanfaatkan ruang seefektif dan seefisien mungkin. Pertanyaan selanjutnya mungkin ga yah konsep tersebut diwujudkan disini? Jawabannya sangat mungkin, asal pola pikir kita diubah.
Jadi minggu lalu iseng datang ke acara Megabuild di JCC, terus  mampir ke boothnya Mortar Utama Wabber yang lagi ada talkshow “Rumah Impian Zaman Now” menghadirkan arsitek Ferdy Apriady sebagai pembicara. Beliau bilang tantangan membuat rumah zaman sekarang itu adalah lahan yang sempit, budget terbatas, biaya serba mahal (aduhhh ini masalah saya banget kayaknya). Rata-rata biaya membangun …