Skip to main content

Crispy Chicken with Asian Style Skippy Sauce



Pasti udah pada tahu dong sama selai kacang yang satu ini, Skippy Peanut Butter. Saya termasuk mau yang rasanya pasti pasti aja kalau udah urusan perut dan mulut. Makanya dari dulu setia sama yang satu ini. Kalau saya sih Skippy Peanut Butter ga cuma buat olesan roti tapi juga buat cemilan, apalagi Skippy Peanut Butter yang Crunchy yang ada potong-potongan kacangnya, ambil sendok langsung sendokkin ke toplesnya dimakan gitu aja (tapi ga bolak balik dari mulut ke toples yah, cuma sekali sendok aja tapi banyak). Biasanya sih buat bikin cookies juga saya pakainya Skippy Peanut Butter. Bahkan sampai ga mau rugi nih, kalau masih ada yang tertempel di sisi-sisi toplesnya, tinggal masukkin ice cream favorit, terus makan deh sama Skippy Peanut Butter. Beneran sesuka itu.

Karena biasanya saya pakai Skippy Peanut Butter untuk snack-snack manis atau buat olesan roti, saya penasaran bisa ga yah ini diolah jadi hidangan lain bahkan jadi makanan berat. Akhirnya kemarin uji coba deh, bikin makanan yang mudah tapi rasanya juga oke (karena saya sejujurnya ga jago-jago amat masak). Munculah ide bikin Crispy Chicken with Asian Style Skippy Sauce yang memadukan rasa asin, manis dan pedas.

Nah kenapa Skippy Peanut Butter cocok di resep ini karena teksturnya yang creamy dan lembut, manis dan gurihnya pas, jadi mudah diolah. Kalau pakai selai kacang begitu keluar dari kulkas langsung mengeras karena terjadi pemisahan “minyak” di dalam selai, tapi kalau Skippy Peanut Butter disimpan di kulkas dan langsung digunakan tetap smooth, ini menandakan kualitas Skippy Peanut Butter yang sangat baik. Yang bikin makin cinta, ternyata Skippy Peanut Butter juga sudah berlogo Halal.
Ok langsung aja yuk kita olah, dan ini bahan-bahan yang akan dipakai untuk resep ini:

Bahan-bahan
Bahan A
Dada ayam fillet 250 gr (kalau mau diganti ikan dory filet pun bisa)
Telor (1 butir)
Tepung roti
Terigu
Garam
Lada/merica
Wijen untuk taburan (boleh skip)

Bahan B
4 sdm kecap
2 sdm minyak wijen
1 sdm madu (boleh skip)
2 sdm Skippy Creamy Peanut Butter
2 sdm lemon
1 sdt garlic powder
20 tetes atau lebih chilli oil atau hot oil (karena saya suka pedas saya pakai sekitar 35 tetes)
Sedikit garam

Cara membuat:
1. Marinasi ayam dengan lada dan garam diamkan selama 15 menit





2. Kemudian, celupkan ayam ke telor kemudian balurkan dengan tepung terigu dan tepung roti, lalu digoreng (kalau saya masukkan dulu di freezer sekitar 15 menit baru digoreng agar tepung tidak mudah lepas)





3. Sisihkan ayam dan beri taburan wijen

Saus
Campur semua bahan B, kemudian koreksi rasa jika ada yang dirasa kurang. Bisa dinikmati langsung menjadi camilan yang mengenyangkan atau dijadikan lauk dengan nasi pun oke. Jadi lain kali bisa buat bekal piknik atau buat anak sekolah (tinggal disesuaikan saja tingkat pedasnya)









Hmmm..udah berhasil nih bikin masakan asin/savoury dengan Skippy PeanutButter, jadi penasaran pengen coba resep lainnya. Jadi menyemangati diri sendiri nih untuk tidak takut berimajinasi dan mencoba ternyata semua mungkin untuk dilakukan. So this is how i enjoy SKIPPY® Peanut Butter






Menemani saat-saat manis bersama keluarga, hanya Skippy  yang pas di hati.




Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Praxis sebagai perwakilan SKIPPY® Peanut Butter Indonesia.


Comments

Popular posts from this blog

DEMI CURUG PARIGI

Berawal dari suami yang menunjukkan foto-foto bersama grup gowesnya. “Wah bagus yah, ini di Bekasi?” “Iya Bekasi. Di perbatasan Bantargebang sama Jonggol” “Ih jadi pengen deh” “Neng mau kesana?” “Iya mau” “Ya udah tapi berangkatnya jam setengah 6 pagi yah, biar ga terlalu panas” “Lah emang ga bisa apa naik mobil aja?” (keliatan banget kan istrinya ogah capek) “Ga bisa jalannya sempit kesananya” (sambil nunjukkin foto lainnya) “Neng kan  ga pernah gowesan jauh, orang ngegowes aja paling banter Cuma ke Summarecon” (itupun baru 3 kali dalam 2 bulan) “Yah kalau capek istirahat, pelan-pelan aja”
Setelah mengajukan beberapa argumen lainnya supaya kesana ga pake sepeda, akhirnya akang suami berhasil membujuk saya supaya supaya mau sepedaan. Berbagai persiapan pun disiapkan suami, mulai dari air putih yang udah dimasukkin kulkas malam sebelumnya, sampai kamera pocket buat keeksisan istrinya. Intinya mah yah semua digampangin supaya saya si istri ga capek dan ga banyak keluhan.
Lalu di hari S…

Solo To Cirebon

Seperti yang lainnya saya pun punya Bucket List tadinya sih judulnya “30 list” karena targetnya di usia 30 list itu sudah terpenuhi, tapi di umur 31 ini seperempatnya aja belom kesampean. Kenapa bucket list ini perlu?? Mengambil dari buku mas Agung Prasetyo berjudul menjaga Api, beliau berkata “tetaplah bermimpi, dan jika mimpi ini sudah terwujud carilah mimpi-mimpi yang lain untuk diwujudkan, untuk menjaga api dalam diri kita tetap berkobar. Api yang  memotivasi kita untuk terus bergerak” kira-kira seperti itu, nah pas baca bagian itu jlebbb banget rasanya, karena sepertinya “api” saya sudah mulai meredup. Jadilah saya membuat si 30 list tadi.
Dua hal diantara list tersebut adalah naik kereta keluar kota dan solo traveling. Iyaaaa cemen bgt kan keinginannya, biarin emang saya belom pernah. Bukan berarti saya ga pernah naik kereta sama sekali, karena saya adalah penggemar commuter line tapi yah itu tadi belum pernah naik kereta jarak jauh keluar kota, pengennnn banget rasanya. Kemudi…

Mewujudkan Rumah Impian di Lahan Sempit??? Bisa Banget dong.

Berapa sih ukuran kategori lahan sempit?. Dulu sih impiannya kalau punya rumah sendiri awalnya pengen 500 meteran biar bisa muat semua, ternyata itu terlalu muluk karena itu kategorinya udah termasuk luas, ok kemudian berkurang jadi 300 m persegi, eh masih kegedean juga. Sampai kakak saya ngasih tau soal small house project, tapi pas dilihat-lihat itu luasnya antara 80m-200 m persegi. Tapi konsepnya dapatlah yah intinya memanfaatkan ruang seefektif dan seefisien mungkin. Pertanyaan selanjutnya mungkin ga yah konsep tersebut diwujudkan disini? Jawabannya sangat mungkin, asal pola pikir kita diubah.
Jadi minggu lalu iseng datang ke acara Megabuild di JCC, terus  mampir ke boothnya Mortar Utama Wabber yang lagi ada talkshow “Rumah Impian Zaman Now” menghadirkan arsitek Ferdy Apriady sebagai pembicara. Beliau bilang tantangan membuat rumah zaman sekarang itu adalah lahan yang sempit, budget terbatas, biaya serba mahal (aduhhh ini masalah saya banget kayaknya). Rata-rata biaya membangun …