Thursday, March 22, 2018
Mewujudkan Rumah Impian di Lahan Sempit??? Bisa Banget dong.
Berapa sih
ukuran kategori lahan sempit?. Dulu sih impiannya kalau punya rumah sendiri
awalnya pengen 500 meteran biar bisa muat semua, ternyata itu terlalu muluk
karena itu kategorinya udah termasuk luas, ok kemudian berkurang jadi 300 m
persegi, eh masih kegedean juga. Sampai kakak saya ngasih tau soal small house
project, tapi pas dilihat-lihat itu luasnya antara 80m-200 m persegi. Tapi
konsepnya dapatlah yah intinya memanfaatkan ruang seefektif dan seefisien
mungkin. Pertanyaan selanjutnya mungkin ga yah konsep tersebut diwujudkan
disini? Jawabannya sangat mungkin, asal pola pikir kita diubah.
Jadi minggu lalu
iseng datang ke acara Megabuild di JCC, terus mampir ke boothnya Mortar Utama Wabber yang lagi ada talkshow “Rumah Impian Zaman
Now” menghadirkan arsitek Ferdy Apriady sebagai pembicara. Beliau bilang
tantangan membuat rumah zaman sekarang itu adalah lahan yang sempit, budget
terbatas, biaya serba mahal (aduhhh ini masalah saya banget kayaknya).
Rata-rata biaya membangun rumah itu 5 juta per meter persegi, nah makin luas
jelas makin mahal. Kalau tadi udah dibahas berapa kategori ukuran yang dibilang
lahan sempit, eh kemarin saya terkaget-kaget ternyata ada yang punya luas
bangunan 4x 17 meter (ini udah termasuk ideal), terus 4x15 meter persegi dan
yang paling bikin kaget 4x7 meter persegi, dan ini rumah yah bukan apartemen.
Wah ga kebayang itu gimana bisa muat, apalagi kalau punya mobil. Ternyata yah
itu tadi caranya, diubah pola pikir juga pola hidupnya.
Untuk menyiasati
lahan sempit dalam memenuhi kebutuhan ruang, bangunan dibuat bertingkat.
Kemudian tips dan triknya adalah:
Pertama, kebutuhan ruang disesuaikan sama keperluan dan furniture yang akan dipakai, misalkan kamar tidur, luas tempat tidur kan biasanya sekitar 2 meteran ya udah ukuran kamar ga jauh dari situ plus dilebihkan satu meter disekelilingnya untuk gerak dan kebutuhan lain.Bahkan untuk kamar anak bisa lebih kecil lagi ukurannya.
Pertama, kebutuhan ruang disesuaikan sama keperluan dan furniture yang akan dipakai, misalkan kamar tidur, luas tempat tidur kan biasanya sekitar 2 meteran ya udah ukuran kamar ga jauh dari situ plus dilebihkan satu meter disekelilingnya untuk gerak dan kebutuhan lain.Bahkan untuk kamar anak bisa lebih kecil lagi ukurannya.
Kedua, memanfaatkan ruang kosong.
Biasanya kalau punya mobil kita menyediakan garasi ataupun carport tapi
diatasnya biasanya hanya berupa canopy dan tidak dimanfaatkan ruang diatasnya.
Untuk lahan sempit, Garasi bisa diletakan di paling bawah kemudian bangunan diatasnya. Selain itu juga ruang kosong dibawah tangga
bisa digunakan untuk storage atau bahkan toilet, ruang di bawah atap sekalipun
bisa dijadikan ruang kerja.
![]() |
| Sumber: Ferdy Apriady - #ayyaarchitects |
![]() |
| Sumber: Ferdy Apriady - #ayyaarchitects |
| Sumber: Ferdy Apriady - #ayyaarchitects |
Ketiga, Efisiensi ruang dan furniture,
kita terbiasa dengan konsep ruang tamu, mas Ferdy mengusulkan jika itu
dihilangkan dan langsung mengganti dengan living room maka akan banyak ruang
terhemat, karena living room juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang tamu toh kita
tidak akan mengundang masuk orang yang tak dikenal. Kemudian menghilangkan
gudang, ini berkaitan dengan pola hidup, kita biasanya sayang untuk membuang
suatu barang sehingga tanpa sadar ada salah satu ruangan dirumah kita yang
beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan/gudang. Oleh karena itu kita harus
menghilangkan kebiasaan menumpuk barang. Serta untuk pemilihan furniture tidak
usah terlalu berlebihan sebaiknya disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga
yang tinggal di rumah tersebut.
Keempat, pemilihan material saat
membangun. Karena lahan kita sempit hindari penggunaan dinding terlalu banyak
karena untuk dinding saja tebalnya bisa mencapai 15 cm. Untuk kamar mandi
misalnya bisa diganti dengan menggunakan kaca susu/buram. Pada saat membangun
rumah jangan tertipu hanya dengan perbedaan harga yang lebih murah namun juga
kualitasnya. Karena sangat sayang membela harga murah di awal namun satu-dua
tahun kemudian material sudah rusak.
Ada 5 daerah pada rumah yang rentan terjadi
kerusakan, dengan masalah yang berbeda-beda pula. Yaitu, Kamar mandi, karena
selalu basah sehingga keramik dan nat menjadi mudah rusak, serta kondisi air
yang beragam menyebabkan pertumbuhan lumut dan jamur menjadi lebih cepat pada
area
ini.
Kemudian dapur, seringkali
terpapar panas dan basah sudah tentu akan membuat area ini cepat rusak, belum
lagi noda masakan atau tetesan kopi, teh, bumbu masakan dan lain sebagainya
yang membuat dapur menjadi cepat kusam.
Area berikutnya adalah interior/eksterior
yang sering dilalui oleh penghuni rumah, sudah pasti area ini juga mudah rusak.
Ditambah lagi, jika anda memiliki kolam renang, yang area dindingnya selalu
terendam air yang mengandung kaporit, bisa dibayangkan jika material dasarnya
tidak bagus, bagaimana dengan kerusakan yang akan terjadi.
Area terakhir adalah garasi,
seringkali nat keramik menjadi kotor akibat ban kendaraan serta mudah pecah
karena nat tidak tahan akan beban yang berat.
Waduh belom apa-apa kok udah
kebayang masalah rumah yang banyak banget. Eits tenang aja udah ada solusinya.
Mortar Utama Webber meluncurkan 5 jenis nat untuk 5 area di rumah kita. Banyak
yang menggangap sepele Nat, namun Nat salah semua bisa bermasalah, karena jika
awalnya salah maka kedepannya semakin banyak kerusakan yang terjadi.
Produk yang diluncurkan ada 5 jenis, untuk 5 area pada
rumah,yang semuanya memiliki fitur easy clean yaitu:
- MU-408 ColorFill (pengisi nat interior dan eksterior),
- MU-408 ColorKitchen dengan tambahan fitur“Stain Repel” (pengisi nat area dapur),
- MU-408 PowerBathroom dilengkapi dengan “SmartShield Pro” (pengisi nat area kamar mandi), - MU-408 PowerPool dilengkapi dengan“SmartShield Plus” (pengisi nat area terendam),
- MU-408 ColorOutdoor dilengkapi dengan fitur “Active Defense” (pengisi nat area teras, fasad, dan balkon).
- MU-408 ColorFill (pengisi nat interior dan eksterior),
- MU-408 ColorKitchen dengan tambahan fitur“Stain Repel” (pengisi nat area dapur),
- MU-408 PowerBathroom dilengkapi dengan “SmartShield Pro” (pengisi nat area kamar mandi), - MU-408 PowerPool dilengkapi dengan“SmartShield Plus” (pengisi nat area terendam),
- MU-408 ColorOutdoor dilengkapi dengan fitur “Active Defense” (pengisi nat area teras, fasad, dan balkon).
Ngga cuma itu, MU-Webber juga
mengeluarkan 3 produk barunya, ada MU-270
Skim Bright acian putih, karena banyak kasus yang terjadi penggunaan cat
menjadi boros akibat acian retak dan berpori-pori besar. Dengan MU-270 skim
bright yang memiliki warna dasar putih, dinding tidak perlu di cat berulang
kali karena warna cat sudah terlihat sempurna dengan hanya 1-2 kali lapis cat.
Nahh…ini salah satu cara buat lebih hemat, ingat murah diawal belum tentu hemat
kedepannya, pastikan material yang kita pilih berkualitas dan tahan lama.
Kemudian ada MU-443 Roof Deck Floor, yang khusus diformulasikan untuk lantai
atap dak beton, garasi, dan carport.
Produk ini mempunyai keunggulan seperti, memiliki kuat tekan setara dengan
K-175 atau mampu menanggung beban sebesar 175kg/cm² sehingga cocok untuk
digunakan sebagai tempat parkir mobil keluarga, permukaan halus dan tahan
gesekan..
Terakhir ada MU-408 ColorKitchen yang keunggulannya sudah dibahas sebelumnya, oh iya untuk pengisi Nat dari MU Webber tidak hanya berwarna putih saja, tapi tersedia dengan berbagai pilihan menarik,
Satu hal lagi yang perlu diingat
dalam mewujudkan rumah Impian di lahan terbatas, yaitu rumah harus sehat,
dengan cara memperbanyak bukaan sehingga cahaya bisa masuk dan selalu ada
perputaran udara. Dengan banyak bukaan juga dapat membantu rumah terlihat lebih
luas.
![]() |
| Sumber: Ferdy Apriady - #ayyaarchitects |
Hmmm makin semangat deh nih
ngewujudin rumah impian yuk ah nabung.
Tuesday, February 27, 2018
Keunikan Rasa Kota Tua bagian1
Kota Tua Jakarta memang selalu istimewa buat saya, sudah berkali-kali kesana namun tak pernah bosan rasanya. Belum lagi kalau sedang ada kawan atau relasi yang datang dari luar negeri pasti selalu saya ajak atau sarankan untuk kesini. Tidak cuma bangunannya saja, namun saya beberapa kali memlih “me time” di daerah sini. “Me Time” buat saya ngga jauh-jauh dari urusan makanan dan ternyata ga Cuma Kafe Batavia yang seru buat didatangin. Ini ada beberapa tempat diantaranya.
Buat kalian yang anak kereta kayak saya, tempat-tempat ini bisa didatangi cukup berjalan kaki dari stasiun Jakarta Kota/Beos.
1.
1. Semasa di Kota Tua Café
Semasa terletak di Gedung Olveh. Kalau dari Stasiun Jakarta Kota sebenarnya begitu keluar Stasiun kita sudah bisa melihat gedung ini diseberangnya. Hanya saja kita harus berjalan memutar sedikit untuk sampai ke gedung ini karena tidak bisa langsung menyeberang. Awalnya gedung Olveh ini adalah kantor asuransi pada jaman Hindia Belanda, namun setelah bubar gedung ini dibiarkan kosong begitu saja. Barulah tahun 2016 gedung ini direstorasi dan dimanfaatkan kembali.
| Disini dijual juga berbagai pernak pernik yang unik |
Untuk menikmati kopi atau teh Semasa kita naik terlebih dahulu ke lantai 3. Setiap harinya juga kita bisa melihat Tea Ceremony yang dipandu oleh Joe, dan sekaligus menyicipi tehnya yang enak banget. Karena Joe sudah mendalami dunia teh selama 13 tahun, jadi kebayang kan gimana ngerasain teh yang disajikan oleh ahlinya langsung.
2. 2. Pantjoran Tea House
Setelah menikmati Kopi atau Teh tapi perut minta diisi makanan. Kita bisa berjalan menuju kearah pasar Petak 9 dan menemukan bangunan Unik di Hook jalan bernama “Pantjoran Tea House”. Awalnya gedung ini adalah sebuah apotik…..Ada sebuah tradisi unik yang dilaksanakan secara turun temurun. Yaitu tradisi Patekokan,yang awalnya digagas oleh Kapiten Gan Djie dan istrinya. di mana di depan resto tersebut selalu tersedia 8 buah teko berisi teh dan gelas, yang bisa diminum oleh siapa saja.
Kalau ingin menyicipi makanan peranakan disini tempatnya, untuk minuman berkisar sekitar 30 ribuan dan makanan berkisar dari 40 ribuan. Untuk catatan disini sama sekali tidak menyediakan menu daging babi dan juga minuman beralkohol.
3. 3. Kopi Oey Candranaya
Apa bedanya Kopi Oey ini dengan cabang lainnya? Sebenarnya tidak ada, menunya pun sama, Namun suasananya yang sangat berbeda. Terletak di sekitar Candranaya, jika kita kesini kita seolah ditarik ke dalam sebuah film Kung Fu jaman dulu, sangat sesuai dengan khas resto Kopi Oey. Dimanakah letaknya? Cukup mengarah ke hotel Novotel (jika Pantjoran Tea House/petak 9 belok kanan, menuju Candranaya kita tetap berjalan lurus.
Jadi coba nikmati keunikan rasa Kota Tua. Boleh loh kalau ada info lainnya yang bisa dicoba buat nongkrong-nongkrong asyik.
Friday, February 16, 2018
Ruang Impian 1
Sampai sekarang saya masih suka
nerima pekerjaan yang berkaitan dengan tulis menulis dan ketik mengetik.
Untungnya lagi dari kerjaan ini, adalah saya bisa ngerjain dari rumah tinggal
dikirim lewat email. Kayaknya enak ya kerja dari rumah, santai, kirim, beres. Sebenarnya
jujur aja, lingkungan di rumah kurang kondusif buat kerja, karena kalau di
kamar udah bersih dari kursi-kursian mengingat si bocah seneng banget
manjat-manjat yang bikin emaknya jantungan ngeliatnya. Karena ada meja tapi
ngga ada kursi, kebanyakan saya ngerjain di tempat tidur, yang jelas tidak
efektif karena seringkali malah keenakan terus ketiduran.
Akhirnya tempat kedua saya biasa
ngerjain kerjaan adalah ruang makan. Oke-oke aja sebenernya tapi kalau udah
waktunya makan dan makanan udah digelar, itu laptop dan kertas-kertas
berserakan udah harus disingkirkan, seringnya juga saya ga tahan godaan dan
ikutan makan.
Kadang banget saya keluar nyari café
atau resto yang sepi, kopi enak dan wi-fi kenceng pastinya. Tapi inipun ga
efektif karena bisa tekor mamak jajan mulu, belom lagi waktu yang terbatas ga
mungkin kan seharian ampe beres kerjaan disana mulu.
Jadi keinginan saya saat ini
adalah pengen banget punya ruang kerja yang kece dan nyaman. Tapi kayaknya
mahal ya kalau bikin ruang kerja di rumah, belom lagi harus bikin ruang khusus
wah kebayang berapa biaya yang habis. Sampai akhirnya saya browsing pinterest
dan nemuin beberapa inspirasi yang mungkin banget saya lakuin di rumah dan
hanya memanfaatkan sedikit ruang aja jadi ga perlu bongkar dan bangun ruangan
khusus. Kayak gini nih
![]() |
| Yang ini sih memang harus ada ruang khusus tapi suaka aja konsepnya dan tetap kelihatan simple |
Kayaknya kalau punya ruang kerja kayak gitu inpirasi bisa lancar
keluarnya. Terus sekaligus bisa nambah semangat buat bikin prakarya-prakarya
buat belajarnya Rayyan. Lebih ideal lagi kalau sekalian make ini.
Mudah-mudahan aja ruang kerja impian saya bisa segera terwujud.
Labels:
inspirasi ruang,
ruang kerja
Tuesday, February 13, 2018
Berjalan Mengenal Chinatown-nya Jakarta
Beberapa tahun silam saya pernah
mendengar mengenai Jakarta Walking Tour saat itu saya berniat “wah harus nyoba
nih” tapi rencana tinggal rencana. Hingga beberapa waktu lalu saya iseng datang ke
salah satu cara temu blogger, dimana mendatangkan pembicara yang merupakan
founder dari Jakarta Good Guide yaitu Farid Mardhiyanto. Disana saya terpukau
dengan pemaparan beliau mengenai sudut-sudut kota Jakarta, dan dari situ saya berniat,
pokoknya saya harus nyoba walking tour ini. Seolah semesta menjawab, di hari
yang sama saya melihat postingan mereka mengenai paket Chinesse New Year
Walking Tour. Tanpa pikir panjang langsung aja daftar.
Sebenarnya China town tour ada 3x
seminggu, namun bedanya kali ini adalah di meeting pointnya kalau biasanya di
Candranaya, yang ini dimulai dan berakhir di “Semasa di Kota tua Café” yang
terletak di Gedung Olveh. Hujan yang sudah turun terus menerus selama seminggu
membuat saya sedikit khawatir, akhirnya saya membawa baju ganti, payung dan jas
hujan pokoknya “the show must go on”. Alhamdulillah dari pagi hingga dimulai
acara jalan-jalannya matahari bersinar cerah. Karena banyaknya peserta mendaftar
hingga kami dibagi menjadi 4 grup, masing-masing grup terdiri sekitar 20 orang.
Jam 9 lewat setelah pembagian
kelompok kami pun menuju kearah Glodok dengan Evan sebagai Tour Guide kami.
Tempat pemberhentian pertama kami
adalah Pantjoran Tea House. Pada tahun 1928 gedung ini adalah “Apothek Chung
Hwa” sejak dahulu daerah ini memang menjadi pusat perniagaan. Banyak orang yang
berdagang atau berlalu lalang di daerah ini nampak lelah dan kehausan. Sehingga
Kapiten Gan Djie (Kapiten pada masa itu, adalah seperti halnya Lurah di masa
sekarang) dan istrinya meletakkan delapan (pat) teko air teh dan gelas yang
dapat diminum bagi siapa saja. Tradisi Patekoan ini diteruskan hingga saat ini.
Pada tahun 1957 Apothek Chung Hwa
ditiadakan, dan semenjak saat itu Gedung ini dibiarkan kosong begitu saja. Lalu
pada Desember 2015 Jakarta Old Town Revitalization Corp menyelesaikan
revitalisasi dan menjadikan gedung ini sebagai gedung “Pantjoran Tea House”
Selanjutnya kami pun menelusuri
Pasar Petak 9, dan kami sempat melewati Toko Obat Bintang Terang yang sudah
berdiri selama 80 tahun.
Jalanan di pasar petak 9 cukup
sempit ditambah motor yang turut lewat, namun tidak menyurutkan kekaguman saya,
banyak hal yang tidak saya temui di pasar-pasar pada umumnya. Suasana pasar ini
mengingatkan saya pada Pasar Pembauran di Semarang.
| Teripang yang dikirm langsung dari Bangka, dijual dengan harga mulai dari 750 ribu rupiah |
Selanjutnya sampailah kami di
Vihara Dharma Bhakti yang merupakan Klenteng tertua di Jakarta.
Lalu kami menelusuri jalan
kemenangan atau toa se bio. Hanya disinilah kita dapat melihat jalan yang masih memiliki altar persembahyangan
Kemudian kami melanjutkan
perjalanan ke Gereja Santa Maria De Fatima, uniknya gereja ini mengambil bentuk
rumah tradisional Cina, saya bahkan sempat berkali-kali bolak balik mengecek
plang namanya dan memastikan ini sebuah gereja.
Selanjutnya kami menuju ke daerah
Kalimati. Namun sebelumnya kami berhenti sejenak di Vihara Toa Se Bio
Jika tadi Pasar petak 9 sudah
cukup sempit di Gang Kalimati yang
menembus ke Gang Gloria sangat sempit sekaliiiii, 2 orang berjalan bersamaan
saja rasanya sulit. Di gang ini dipenuhi pedagang di kiri kanan jalan. Bau
berbagai masakan menguar di sepanjang gang. Pada zaman orde baru orang Tiong
Hoa di Indonesia tidak boleh melakukan berbagai aktivitas pekerjaan, oleh
karena itu mereka berdagang secara sembunyi-sembunyi, walau peraturan tersebut
kemudian dicabut. Namun gang ini tetap digunakan untuk berniaga.
| Setiap sekali dalam setahun yaitu menjelang Imlek. Patung dewa-dewa diturunkan dan dibersihkan dengan pembersih khusus dan juga dibilas dengan air kembang. |
| Di Gang Gloria banyak sekali ditemui penjual Cempedak goreng, buat beberapa orang mungkin aneh. Tetapi Ibu saya pun biasa membuat ini di rumah. |
Di akhir perjalanan kami menuju
ke Semasa di Kota Tua Café, dimana Tea Ceremony sudah menanti kami, dan rasa
green tea yang disajikan ite enak sekali, jauh berbeda dengan yang biasa saya
konsumsi.
Saya tak bisa menceritakan atau mengabadikan banyak-banyak karena
saya sempat ketinggalan rombongan karena keasikan foto, dan lebih seru juga
daripada moto kita mendengarkan cerita guide atau berinteraksi denga kawan grup
atau masyarakat sekitar. Jujur aja sekali tuh kurangggg banget, bahkan setelah acara bubar saya baik lagi ke pasar petak 9 dan makan siang di Pantjoran Tea House. Pokoknya saya niat mau
ikutan lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)








